Wednesday, August 1, 2018



 
Semoga Anda tidak bosan dengan artikel tentang Steve Jobs.kali ini mahasiswa muda  ingin kembali mengunjungi sosok hidup, yang telah meninggal, dari Steve Jobs, pendiri dan reformis perusahaan Apple. Tapi ini bukan sekedar kunjungan, melainkan suatu upaya untuk belajar lebih jauh tentang cara berpikir yang mendasari keputusan-keputusan hidupnya.
            Seperti dicatat oleh Gene Marks di dalam majalah Forbes, Jobs, jelas, adalah seorang jenius dalam bidang pengembangan teknologi alat komunikasi. Namun kunci utama kesuksesannya bukanlah karena dia kreatif, brilian, dan pekerja keras, setidaknya bukan hanya itu. Kuncinya – menurut Marks- adalah karena dia adalah orang brengsek. Jobs adalah
seorang wirausahawan yang kreatif, brilian, pekerja keras, dan... brengsek. Jangan marah dulu. Saya jelaskan lebih jauh.
            Menurut kesaksian orang-orang yang telah bekerja dengannya, Jobs adalah pemimpin yang otoriter. Dia menerapkan sensor bagi semua informasi yang keluar dari perusahaannya. Semua aktivitas perusahaan membutuhkan persetujuan langsung dari Jobs. Tidak boleh ada yang lolos dari pengamatannya.
            Produk-produk Apple memang menghubungkan kita semua dengan dunia yang penuh dengan informasi. Namun di dalam perusahaan Apple sendiri, ide-ide tidak boleh diekspresikan dan diterapkan dengan bebas, melainkan harus lewat sensor yang telah dibuat oleh.. siapa?.. Steve Jobs. Di dalam tulisan sebelumnya yang berjudul Filsafat Steve Jobs, Saya mengutip motto Apple, yakni “Untuk orang-orang yang merasa tidak pas dengan komunitasnya, para pemberontak, para pembuat masalah...” Sayangnya di dalam perusahaan Apple, mereka semua harus tunduk pada perintah dan kebijakan Jobs.
            Tidak boleh ada pemberitaan jelek tentang Apple. Semuanya harus dikontrol oleh Jobs. Banyak orang menuduh bahwa Jobs menentang kebebasan berekspresi dan berpendapat. Namun ia tidak peduli, karena itu, Saya menyebutnya sebagai orang brengsek.
            Itu satu sisi. Sisi lainnya ternyata sikap brengsek itu merupakan bentuk dari ketegasan dan integritas pada apa yang ingin dicapai. Jika Anda menerapkan kontrol atas produk dan aktivitas perusahaannya, seperti yang telah Jobs lakukan, mungkin Anda bisa lebih berhasil dari sekarang ini. Ingat kontrol, sensor, dan ketegasan tidak selamanya buruk.
            Marks bahkan menulis bahwa di Apple amat terasa kultur ketakutan di antara para pekerjanya. Kontrol amat ketat diterapkan pada semua informasi yang beredar di dalam, maupun keluar. Bahkan Apple memiliki apa yang disebut sebagai Apple’s Worldwide Loyalty Team. Tugasnya adalah memburu setiap bocoran informasi, dan menyelidiki isi notebook maupun komputer orang yang dicurigai. Wuiiih..
            Bahkan Apple memiliki agen keamanan yang pernah menggeledah rumah orang di San Fransisco terkait dengan hilangnya prototipe iPhone yang belum beredar. Tidak hanya itu agen keamanan tersebut juga mengancam keluarga orang terkait dengan masalah imigrasi. Artinya ada kemungkinan orang itu, dan keluarganya, didepak keluar dari Amerika Serikat. Ini mimpi buruk bagi para imigran.
            Marks menyebut mereka sebagai Apple’s Gestapo. Artinya polisi rahasia Apple, seperti NAZI Jerman pernah mempunyai polisi rahasia untuk mengontrol bangsa Jerman maupun jajahannya. Ini semua bagian dari mekanisme kontrol yang amat ketat, yang ada di dalam Apple. Hmm.. serem juga yah...
            Filsafat kerja Jobs adalah kontrol, kontrol, dan kontrol. Soal ini ia bisa menjadi orang yang amat brengsek. Bahkan ia tak segan menyerang media massa yang memberitakan hal-hal jelek tentang diri maupun perusahaannya. Jobs punya sekelompok pengacara yang siap menuntut reporter yang membuka informasi rahasia terkait dengan perusahaannya.
            Namun apakah itu semua hal buruk? Coba perhatikan bahwa di dalam bisnis, semua bentuk kejutan, terutama kejutan yang menyebalkan, harus sedapat mungkin dikontrol. Semua hal terkait dengan produk dari perusahaan, apapun perusahaannya, harus dikontrol secara cermat.
            Kita tidak hidup di surga. Banyak pencuri ide dan perusak nama baik berkeliaran di masyarakat. Sebagai seorang pengusaha –demikian tulis Marks- tentu saja Anda ingin agar produk Anda disebarkan dan disampaikan ke masyarakat dengan cara-cara yang Anda sendiri tentukan bukan? Semua ini perlu kontrol. Dan untuk menjadi seorang pengontrol yang hebat, Anda seringkali perlu menjadi orang brengsek.
            Jobs adalah seorang pengontrol ulung. Ia adalah pemimpin yang otoriter. Namun semua itu dilakukan demi kebaikan dari perusahaannya, produk-produknya, pemegang sahamnya, pekerjanya, rekannya, dan terlebih.. pelanggannya. Ia bersedia dicap sebagai orang brengsek, bahkan dibenci, demi kebaikan dari orang-orang yang telah mempercayainya.
            Bahkan seperti dicatat oleh Marks, produk-produk Apple mayoritas dibuat di Cina. Di dalam pabrik-pabrik Apple di Cina seringkali ditemukan anak-anak di bawah umur yang telah bekerja dengan gaji rendah untuk jam kerja yang amat panjang. Jadi mayoritas produk-produk Apple berpartisipasi di dalam penindasan kaum buruh di Cina. Jobs jelas tahu soal ini. Namun ia diam saja. Ia memang brengsek.
            Tapi tunggu dulu. Apakah Jobs salah? Di satu sisi ia memang salah. Ia ingin meningkatkan keuntungan perusahaan dengan memindahkan pabriknya ke tempat, di mana tenaga kerja manusia murah, yakni Cina. Jobs jelas tidak peduli. Cita-cita tertingginya adalah memberikan kepuasan pada semua pelanggannya, dan kepada pemegang saham perusahaannya.
            Sebagaimana dicatat Marks, Jobs juga bukan orang yang baik di dalam hidup sehari-harinya. Ia seringkali meremehkan orang lain, menyumpahnya dengan kasar, dan menekan serta memaksa mereka, sampai mereka bekerja melampaui titik batas kemampuannya. Untuk menciptakan produk-produk yang indah dan unggul, Jobs melupakan semua sikap baik dan empati, serta fokus untuk memaksa orang bekerja untuk melampaui kemampuan normal dirinya. Di dalam proses itu, ia tak segan menyumpah dengan kasar. Hmm.. terlihat seperti sikap orang brengsek.
            Namun tunggu dulu. Andai kata Saya –dan juga Anda- bisa seperti Jobs, mungkin kita bisa lebih berhasil dari sekarang. Kita bisa mengajak – dan memaksa- orang untuk belajar, dan berprestasi di luar kemampuan normalnya. Di dalam proses itu, kita menghasilkan produk-produk yang indah dan berguna, serta membantu mengubah dunia jadi tempat yang lebih baik untuk lebih banyak orang.
Jadi sikap brengsek itu perlu untuk menjadi pemimpin yang baik. Dan untuk menjadi pemimpin yang brengsek, Anda perlu memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Jika Jobs tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi untuk menjadi pemimpin yang brengsek (otoriter sekaligus visioner), bisakah ia mencapai keberhasilan seperti sekarang?
            Di dalam hidup sehari-hari, banyak orang, termasuk juga Saya, bersikap terlalu baik, dan takut pada konfrontasi. Padahal itu bukanlah sikap seorang pemimpin. Itu adalah sikap artis, yakni menyenangkan semua orang. Kita berperan menjadi artis, padahal tugas utama kita adalah memimpin.
            “Mereka yang memiliki kepercayaan diri untuk menjadi orang brengsek, seperti Jobs, adalah orang-orang yang memberikan diri mereka sendiri kesempatan lebih besar untuk menjadi sukses,” demikian tulis Marks. Tentu saja sikap brengsek tidaklah cukup, melainkan harus dibarengi dengan visi yang jelas, kerja keras, dan kreativitas tanpa batas. Pada akhirnya pelangganlah yang berbicara, apakah mereka puas atau tidak pada produk yang ditawarkan oleh perusahaan.
            Satu lagi sikap buruk Steve Jobs. Ia dituduh tidak punya kepedulian sosial. Ia tidak pernah memberikan bantuan sosial pada siapapun, walaupun kekayaannya sudah lebih dari 7 biliun dollar AS. Seperti dicatat oleh Marks, setelah ia menutup program filantropik Apple pada 1997, Jobs tidak pernah membukanya kembali, walaupun keutungan Apple sudah amat besar.
            Tapi itu semua berubah, setelah ia meninggal. Konon seperti ditulis oleh Marks, Jobs melepaskan semua kekayaannya untuk kepentingan sosial. Tapi pada hemat Saya bukan itu soalnya. “Yang terpenting dalam hidup adalah bagaimana kita menggunakan waktu kita di dunia ini, bukan seberapa banyak kita memberikan uang pada orang lain. Yang paling penting dalam hidup adalah seberapa banyak kekuatan dan keberanian yang kita berikan untuk melawan semua pandangan-pandangan sinis, menantang pikiran-pikiran dangkal, melawan orang-orang yang menentang mimpi mimpi kita, berjuang untuk menciptakan keajaiban bagi kebaikan orangorang banyak, dan mendorong potensi umat manusia semaksimal mungkin,” begitu kata Jobs.
            Anda mungkin sudah punya visi yang jelas, sudah kreatif, dan sudah bekerja keras. Namun mungkin Anda belum berhasil, karena Anda belum menjadi orang brengsek, sebagaimana dicontohkan oleh Steve Jobs. Anda belum berhasil karena Anda masih berperan sebagai artis dalam bisnis, dan belum menjadi seorang pemimpin. Fokus Anda masih menyenangkan semua orang, dan belum untuk mengubah dunia.
            Ini juga bisa jadi catatan untuk kepemimpinan nasional kita. Presiden bertugas memimpin bangsa, termasuk mendorong para menteri dan bawahannya untuk bekerja secara maksimal melampaui kemampuan normalnya, serta menerapkan kontrol yang kuat pada penggunaan dana kabinetnya, sehingga tidak terjadi korupsi, sekecil apapun. Untuk menjalankan itu semua, Presiden perlu untuk berperan menjadi orang “brengsek”, seperti yang dicontohkan oleh Jobs. Setuju?

Sumber buku menjadi pemimpin sejati karya Reza A.A Wattimena

Sunday, July 29, 2018


1. Definisi/Pengertian
Kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai katapoet, Coulter menjelaskan bahwa kata poet berasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.
Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:6) mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut.
(1)   Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.
(2)   Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.
(3)   Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.
(4)   Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, dan disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur).
(5)   Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam.
Dari definisi-definisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran, namun tetap terdapat benang merah. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. Unsur-unsur itu berupa emosi, imajinas, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur.

2. Unsur-unsur Puisi
Berikut ini merupakan beberapa pendapat mengenai unsur-unsur puisi.
(1)   Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.
(2)   Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.
(3)   Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya (1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.
(4)   Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.
(5)   Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).


Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima).
Berdasarkan pendapat Richards, Siswanto dan Roekhan (1991:55-65) menjelaskan unsur-unsur puisi sebagai berikut.

3. Struktur Fisik Puisi
Adapun struktur fisik puisi dijelaskan sebagai berikut.
(1)   Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
(2)   Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata. Geoffrey (dalam Waluyo, 19987:68-69) menjelaskan bahwa bahasa puisi mengalami 9 (sembilan) aspek penyimpangan, yaitu penyimpangan leksikal, penyimpangan semantis, penyimpangan fonologis, penyimpangan sintaksis, penggunaan dialek, penggunaan register (ragam bahasa tertentu oleh kelompok/profesi tertentu), penyimpangan historis (penggunaan kata-kata kuno), dan penyimpangan grafologis (penggunaan kapital hingga titik)
(3)   Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, medengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.
(4)   Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.
(5)   Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito, 1986:128). Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo, 1987:83). Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
(6)   Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.), (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya [Waluyo, 187:92]), dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.

4. Struktur Batin Puisi
Adapun struktur batin puisi akan dijelaskan sebagai berikut.
(1)   Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
(2)   Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
(3)   Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.
(4)   Amanat/tujuan/maksud (itention); sadar maupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari  sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.

5. Jenis-jenis Puisi
Puisi adalah bentuk karangan yang terkikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
1.    Puisi Lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
- Jumlah kata dalam 1 baris
- Jumlah baris dalam 1 bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata tiap baris
- Irama
1. Ciri-ciri Puisi Lama
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata                                                             maupun rima.
2. Jenis Puisi Lama
    Yang termasuk puisi lama adalah :
a) Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
b) Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran,  2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
c) Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
d) Seloka adalah pantun berkait.
e) Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
f) Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
g) Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.

2. Puisi Baru
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
1. Ciri-ciri Puisi Baru
a) Bentuknya rapi, simetris;
b) Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
c) Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
d) Sebagian besar puisi empat seuntai;
e) Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
f) Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
2. Jenis-jenis Puisi Baru
Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
a) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita
b) Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
c) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
d) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
e) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
f) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
g) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik

Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:
a) Distikon
b) Terzina
c) Quatrain
d) Quint
e) Sektet
f) Septime
g) Oktaf/Stanza
h) Soneta



Permainan bulu tangkis atau lebih dikenal badminton ini sangat di kenal di kalangan Pecinta olahraga tanah air, tapi tahu anda berapa ukuran lapangan bulu tangkis itu??.  mari kita simak uraian dibawah ini ukuran lapangan bulu tangkis dengan standar internasional dan juga luasnya berbeda antara pertandingan partai ganda dengan partai tunggal.

A. Partai Tunggal / Satu Pemain / 1 on 1
·          Panjang = 11,88 meter
·          Lebar  = 5,18 meter
·          Luas = 61,5384 meter persegi
·          Tinggi Tiang Net = 1,55 meter
·          Tinggi Atas Net = 1,52 meter
·          Jarak Net Ke Garis Service = 1,98 meter
·          Jarak Garis Service ke Sisi Lapangan Luar = 3,96 meter
B. Partai Ganda / Dua Pemain / 2 on 2
·          Panjang = 13,40 meter
·          Lebar = 6,10 meter
·          Luas = 81,74 meter persegi
·          Tinggi Tiang Net = 1,55 meter
·          Tinggi Atas Net = 1,52 meter
·          Jarak Net Ke Garis Service = 1,98 meter
·          Jarak Garis Service ke Sisi Lapangan Luar = 4,72 meter

Keterangan : Net sama dengan Jaring




Pengertian PENJASKES
Pendidikan Jasmani terdiri dari kata pendidikan dan jasmani, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan (KBBI,1989), Sedangkan jasmani adalah tubuh atau badan (fisik). Namun yang dimaksud jasmani di sini bukan hanya badan saja tetapi keseluruhan (manusia seutuhnya), karena antara jasmani dan rohani tidak dapat dipisah-pisahkan.
Jasmani dan rohanai merupakan satu kesatuan yang utuh yang selalu berhubungan dan selalu saling berpengaruah. Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perseorangan maupun angota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani dalam rangka memperoleh peningkatan kemampuan dan ketrampilan jasmani, pertumbuhan kecerdasan dan pembentukan watak. 
Pengertian olahraga
Olahraga adalah suatu bentuk kegiatan jasmani yang terdapat di dalam permainan, perlombaan dan kegiatan khusus dalam rangka memperoleh kemenangan dan prestasi . Pengertian Olahraga (Menpora Maladi) Olahraga mencakup segala kegiatan manusia yang ditujukan untuk melaksanakan misi hidupnya dan cita-cita hidupnya, cita-cita nasional politik, sosial, ekonomi, kultural dan sebagainya.Olahraga rekreasi adalah jenis kegiatan olahraga yang dilakukan pada waktu senggang atau waktu-waktu luang.
Ada tiga hal penting yang bisa menjadi sumbangan unik dari pendidikan jasmani, yaitu:
·       meningkatkan kebugaran jasmani dan kesehatan siswa,
·       meningkatkan terkuasainya keterampilan fisik yang kaya, serta
· meningkatkan pengertian siswa dalam prinsip-prinsip gerak serta bagaimana menerapkannya dalam praktek.


1.      Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP): Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. 
2.      Tim Guru Eduka: Olahraga adalah suatu kegiatan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita.

3.      Soekarno: Olahraga adalah alat untuk melaksanakan tiga tujuan revolusi Indonesia, yaiut: Negara Kesatuan RI yang kuat, masyarakat adil dan makmur, dan tata dunia baru. Dengan kata lain, Olahraga adalah alat untuk melaksanakan ampera (amanat penderitaan rakyat).

4.      Suryanto Sukmono, S. Si: Olahraga adalah suatu kegiatan untuk melatih tubuh kita agar badan terasa sehat dan kuat, baik secara jasmani maupun rohani. Seno Gumira Ajidarma: Olahraga adalah sarana kompetisi untuk menjadi nomer satu.

5.      Jessica Dolland: Olahraga adalah pereda stress yang sangat baik. Olahraga dapat mengalihkan pikiran dari kekhawatiran dengan cara meredakan ketegangan otot tubuh.

6.      Kathryn Marsden: Olahraga adalah pengusir stress terbaik yang pernah ditemukan. Chatles C. Manz: Olahraga adalah sesuatu yang harus menjadi prioritas dan dijadwalkan tapi tetap realistis. Hans Tandra: Olahraga adalah gerakan tubuh yang berirama dan teratur untuk memperbaiki dan meningkatkan kebugaran.

7.      Sheta Datrgazelli: Olahraga adalah minyak yang membuat gerakan tubuh bergerak secara fleksibel dan mudah.Wikipedia :Olahraga adalah aktivitas untuk melatih tubuh seseorang, tidak hanya secara jasmani tetapi juga secara rohani.

8.      Menurut Cholik Mutohir (Cholik Mutohir, 1992) Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/ pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila

9.      Nixon and Cozens (1963: 51) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani didefinisikan sebagai fase dari seluruh proses pendidikan yang berhubungan dengan aktivitas dan respons otot yang giat dan berkaitan dengan perubahan yang dihasilkan individu dari respons tersebut.

10.  Dauer dan Pangrazi (1989: 1) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani adalah fase dari program pendidikan keseluruhan yang memberikan kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, untuk pertumbuhan dan perkembangan secara utuh untuk tiap anak. Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara yang tepat agar memiliki makna bagi anak. Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang memberikan perhatian yang proporsional dan memadai pada domain-domain pembelajaran, yaitu psikomotor, kognitif, dan afektif.

11.  Bucher, (1979). Mengemukakan pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan, adalah proses pendidikan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik, neuromuskuler, interperatif, sosial, dan emosional

12.  Ateng (1993) mengemukakan; pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan jasmani yang bertujuan mengembangkan secara organik, neuromuskuler, intelektual dan emosional.

13.  Jesse Feiring Williams (1999; dalam Freeman, 2001), pendidikan jasmani adalah sejumlah aktivitas jasmani manusiawi yang terpilih sehingga dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan

14.  Barrow mendefinisikan pendidikan jasmani sebagai pendidikan melalui aktivitas gerak manusia di mana banyak dari tujuan pendidikan yang dicapai melalui kegiatan otot besar yang melibatkan olahraga, permainan, senam, tari dan latihan.

15.  Jackson R. Sharman menyatakan bahwa pendidikan jasmani adalah bagian dari pendidikan yang berlangsung melalui kegiatan yang melibatkan mekanisme motorik tubuh manusia yang menghasilkan pola perilaku individu.

16.  Charles A. Bucher mengemukakan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik, neuromuskuler, interperatif, sosial, dan emosional.

17.  Central Advisory Board of physical Education and Recreation mendefinisikan pendidikan jasmani sebagai pendidikan melalui aktivitas fisik untuk pengembangan total kepribadian anak untuk keutuhan dan kesempurnaan tubuh, pikiran dan jiwa.

18.  Abdul Kadir Ateng menjelaskan bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan jasmani yang bertujuan mengembangkan secara organik, neuromuskuler, intelektual dan emosional.

19.  Kesimpulan: Olahraga adalah aktivitas yang bisa bertujuan untuk melatih tubuh seseorang baik secara jasmani maupun rohani, hiburan, meraih prestasi, dan sebagainya.

20.  Abdul Gafur: Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas berdasarkan Pancasila.

21.  Cholik Mutohir: Pendidikan Jasmani adalah adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.

22.  Nixon and Cozens: Pendidikan Jasmani didefinisikan sebagai fase dari seluruh proses pendidikan yang berhubungan dengan aktivitas dan respons otot yang giat dan berkaitan dengan perubahan yang dihasilkan individu dari respons tersebut.

23.  Dauer dan Pangrazi: Pendidikan Jasmani adalah fase dari program pendidikan keseluruhan yang memberikan kontribusi, terutama melalui pengalaman gerak, untuk pertumbuhan dan perkembangan secara utuh untuk tiap anak. 

Pendidikan jasmani didefinisikan sebagai pendidikan dan melalui gerak dan harus dilaksanakan dengan cara-cara yang tepat agar memiliki makna bagi anak. Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang memberikan perhatian yang proporsional dan memadai pada domain-domain pembelajaran, yaitu psikomotor, kognitif, dan afektif.

24.  Bucher: Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan, adalah proses pendidikan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik, neuromuskuler, interperatif, sosial, dan emosional

25.  Ateng: Pendidikan Jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui berbagai kegiatan jasmani yang bertujuan mengembangkan secara organik, neuromuskuler, intelektual dan emosional.

26.  Barrow: Pendidikan Jasmani sebagai pendidikan melalui aktivitas gerak manusia dimana banyak dari tujuan pendidikan yang dicapai melalui kegiatan otot besar yang melibatkan olahraga, permainan, senam, tari dan latihan.

27.  Jackson R. Sharman: Pendidikan Jasmani adalah bagian daripendidikan yang berlangsung melalui kegiatan yang melibatkan mekanisme motorik tubuh manusia yang menghasilkan pola perilaku individu. Central Advisory Board of physical Education and Recreation: Pendidikan Jasmani adalah pendidikan melalui aktivitas fisik untuk pengembangan totalkepribadian anak untuk keutuhan dan kesempurnaan tubuh, pikiran dan jiwa.





BTemplates.com

Total Page views

Search This Blog

Translate

Followers

Popular Posts

Blog Archive